Berbagai kegiatan Haul ke-354 Raja Gowa XVI yang juga Pahlawan Nasional, Sultan Hasanuddin I Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape di kompleks pemakaman Pallantikang Katangka, Kabupaten Gowa, Sulsel. (Foto : Daeng Narang). Berbagai kegiatan Haul ke-354 Raja Gowa XVI yang juga Pahlawan Nasional, Sultan Hasanuddin I Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape di kompleks pemakaman Pallantikang Katangka, Kabupaten Gowa, Sulsel. (Foto : Daeng Narang).
 

Penulis : Andi Febrico  /  Editor : Daeng Narang

Gowa, Sulsel (Phinisinews.com) – Sri Paduka KGPAA Mangku Alam II bersama Permaisuri menghadiri Haul ke-354 Raja Gowa XVI yang juga Pahlawan Nasional, Sultan Hasanuddin I Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bontomangape di kompleks pemakaman Pallantikang Katangka, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu.

Haul didahului kirab budaya, dilanjutkan tabur bunga di Makam Sultan Hasanuddin yang dilakukan oleh Mangku Alam II, Ketua DPP Matra, Andi Bau Malik Barammamase Karaengta Tukajannangang, Ketua DPD Matra Gowa yang juga ketua pelaksana Haul, Andi Ashary Arief Karaeng Narang serta berbagai raja, ketua dan pemangku adat dari berbagai Kerajaan adat di Sulsel.

Mangku Alam II yang juga pendiri Masyarakat Adat Nusantara (Matra) mengatakan, dahulu, Raja Gowa yang juga Pahlawan Nasional Sultan Hasanuddin “berperang” melawan penjajah dan kini kita harus melanjutkan perjuangan beliau dan diharapkan kerajaan adat dan masyarakat adat “berperan” untuk keutuhan dan kemajuan bangsa.

Dia mengingatkan, sejak dahulu kekuatan pasukan Kerajaan Bugis-Makassar sangat berpengaruh di tanah Jawa. Sehingga Bugis-Makassar dan Jawa tidak bisa dipisahkan dari dulu hingga sekarang.

“Saat saya mundur dari Ketua DPP Matra karena diangkat jadi Raja, maka kami sepakat memilih bangsawan Gowa memimpin dan mempersatukan Masyarakat Adat Nusantara, Andi Bau Malik Barammamase Karaengta Tukajannangang,” ujarnya.

Mangku Alam II, juga mengakui bahwa dia memiliki guru politik dari bangsawan Gowa, beliau adalah Prof Ryaas Rasyid. Bukan guru politik di perguruan tinggi, melainkan guru politik di lapangan. Politik Keraton/Kerajaan jauh lebih kejam dibanding politik di luaran. Untuk itu, masyarakat adat saat ini, harus mampu mempersatukan nusantara.

Ketua DPP Matra, Andi Bau Malik mengatakan, pelaksanaan Haul Sultan Hasanuddin ke-354, merupakan kebanggaan mengenang orang tua/leluhur untuk melanjutkan hasil perjuangannya sebagai pelestari adat dan budaya.

Ketua Panitia pelaksana haul yang juga Ketua DPD Matra Gowa, Andi Ashary Arief Karaeng Narang mengatakan, haul ini bertema “Dengan semangat perjuangan dan kepahlawanan Sultan Hasanuddin Raja Gowa XVI Pahlawan Nasional kita jadikan motivator dan inspirator bagi generasi penerus Kerajaan Gowa dan Nusantara yang rela berkorban demi Bangsa dan Negara.

Pahlawan Nasional Sultan Hasanuddin adalah Raja Gowa XVI yang memerintah tahun 1653 sampai 1669. Sultan Hasanuddin terlahir dengan nama Muhammad Bakir I Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape, lahir 12 Januari 1631 dan wafat 12 Juni 1670. Karena perlawanannya yang gigih, Belanda menjulukinya “Ayam Jantan dari Timur” (De Haantjes van Het Oosten). (AF/DN).

Read 155 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Hiburan Dan Pariwisata
Login to post comments

Galleries

 
  Penulis : Mitha MK / Editor : Fyan AK     Pulau Kodingareng, Makassar (Phinisinews.com) - Rektor Universitas...
  Penulis : Fred Daeng Narang  /  Editor : Mitha K Makassar (Phinisinews.com) – Sebanyak 120 kantong darah...
  Penulis : Redaksi  /  Editor : Fred Daeng Narang Bulukumba, Sulsel (Phinisinews.com) – Masyarakat adat...
  Penulis : Fred Daeng Narang  /  Editor : Mitha K Makassar (Phinisinews.com) – Kawasan Wisata Terpadu Gowa...

Get connected with Us