Sunday, 15 November 2015 22:15

Phinisinews - Makassar, Festival seni dan budaya Tana Luwu yang berlangsung di anjungan pantai losari Makassar, minggu 15 november 2015 pukul 10:00-22:00 wita. Ramai dikunjungi masyarakat yang ingin mengenal budaya Tana luwu begitupun yang berminat mengikuti beberapa lomba yang diadakan kegiatan tersebut.

Festival seni dan budaya tana luwu yang bertujuan agar putra dan putri dari jati luwu khususnya yang sedang merantau di Makassar masih tetap menjaga ke eksisan dan melestarikan budaya-budaya yang berada di tana luwu "ujar Lukman" sebagai ketua PKPT IPMIL RAYA UIN.

Lomba moral seni lukisan yang bertemakan tentang eksplorasi kearifan lokal tana luwu yang di ikuti oleh para peserta khususnya mahasiswa Sulawesi Selatan, peserta lomba lukisan Al Mustakim mengatakan "lukisan yang saya buat menceritakan bahwa adanya sebuah daerah yang bisa menghidupi daerahnya sendiri dengan banyaknya ke kayaan alam di tana luwu sulawesi selatan dan kita sebagai pemuda luwu harus menjaga dan melestarikan tana kita".

Tidak hanya lomba lukis, peserta lomba kuliner diikuti khusus para pemuda putra dan putri yang berasal dari tana luwu yang dengan memasak makanan khas dari daerah luwu (kapurung) juga ikut meriahkan kegiatan ini. Penilaian berdasarkan rasa dan penampilannya.

Meskipun hujan mengguyur di area festival para peserta lomba tidak patah semangat mereka bersaing dengan sehat. Mereka bersemangat dengan di hibur oleh para panitia dengan menyanyikan lagu-lagu tana luwu.(Nurjannah/ Mitha K)

Wednesday, 04 November 2015 16:42

Phinisinews - Nadiya Hussain adalah pemenang 'The Great British Bake Off'. Ada juga Delia Smith, seorang penulis buku masakan best-seller, dengan penjualan lebih dari 21 juta kopi. Namun, tanggung jawab domestik masih mencegah perempuan-perempuan hebat tersebut berkarier dari keahlian kuliner mereka, klaim seorang koki perempuan terkenal.

Juri program Masterchef, Monica Galetti, mengatakan, perempuan-perempuan muda yang ingin menjadikan dapur sebagai tempat bekerja mereka terpaksa melupakan ambisi menjadi koki profesional. Sebab, profesi chef yang menyita waktu sampai 16 jam sehari, nyatanya tidak sesuai untuk membangun sebuah keluarga.

“Masalahnya adalah, pada titik tertentu perempuan harus memutuskan seberapa mereka menginginkan karier tersebut atau memiliki keluarga dan menghabiskan waktu bersama keluarga,” ujar Galetti, seperti dilaporkan oleh Independent.

“Itu saja. Kenyataannya, Anda harus meletakkannya sebagai yang pertama untuk melakukan yang terbaik. Saya melihat banyak koki menakjubkan, perempuan muda, masuk ke dapur dan kemudian menyerah agar bisa bersama pasangan mereka dan membangun keluarga. Apakah laki-laki bisa melakukannya untuk seorang perempuan? belum tentu.”

Galetti, yang hingga saat ini bekerja di restoran Le Gavroche London mengatakan,  “Karier saya menjadi yang nomor dua selama tujuh tahun terakhir. Saya ingin menjadi ibu yang mengurus anak saya sendiri,” kata Galetti yang rencananya akan membuka restoran sendiri tahun depan.

Dia melanjutkan, alasan yang membuat banyak perempuan tertinggal di bidang kuliner, bukanlah soal diskriminasi gender di dapur. Melainkan tentang pilihan para wanita itu sendiri. Galleti mengatakan tidak ada diskriminasi gender di dapur-dapur terkemuka.

“Kita semua sama. Sekali Anda mengenakan jaket tersebut, Anda adalah seorang koki. Ini bukan tentang gender, melainkan kemampuan memasak,” katanya.

Dalam artikel yang sama, juri Masterchef, Marcus Wareing, menggambarkan disiplin militer dalam kehidupan dapur. “Ketika saya mengenakan baju koki saya, itu adalah seragam saya, dan saya menghormatinya.”

Namun, Wareing mengatakan, jumlah perempuan yang bekerja di restoran terkemuka kian bertambah. Dia memuji tokoh-tokoh perintis, seperti Angela Hartnett, koki Michelin Star yang menjalankan restoran Murano di London.

“Beberapa koki terbaik di perusahaan saya adalah perempuan. Mereka membawa keseimbangan yang luar biasa dan pendekatan cerdas. Satu-satunya koki perempuan yang saya ingat mulai dari muda, yang lulus dari tes waktu, adalah Angela Harnett.” (Independent)

Wednesday, 04 November 2015 14:10

Phinisinews - Pemerintah Malaysia pada Rabu (4/11) menaikkan pajak rokok hingga lebih dari 40 persen. Langkah ini menuai protes dari perusahaan tembakau yang mengaku bisnis mereka terancam.

Diberitakan Channel News Asia, keputusan pemerintah Malaysia itu dianggap tidak diduga sebelumnya, seperti disampaikan oleh produsen dan distributor rokok British American Tobacco Malaysia (BAT Malaysia).

Dalam pernyataannya, BAT Malaysia mengaku terpaksa harus menaikkan harga produk mereka yang terdiri dari merek rokok Dunhill, Lucky Strike dan Benson & Hedges.

Harga baru rokok produk BAT Malaysia akan berkisar antara RM15.50 (Rp49 ribu) hingga RM18 (Rp56 ribu) per bungkus.

BAT Malaysia mengatakan dalam setahun terakhir mereka dihantam beberapa kali kenaikan pajak, yang membuat harga rokok melambung.

"Industri tembakau telah terpukul akibat peningkatan pajak rokok 12 persen setahun yang lalu. Lalu disusul oleh implementasi Pajak Barang dan Jasa (GST) sebesar 6 persen pada April tahun ini," kata Stefano Clini, direktur pelaksana BAT Malaysia.

Clini melanjutkan, pasar tembakau menurun 10 persen pada September tahun lalu dibanding periode yang sama tahun ini. Menurut dia, langkah pemerintah ini akan menumbuhsuburkan rokok ilegal yang jumlahnya 1 banding 3 dibanding rokok legal.

"Kami tidak bisa membayangkan dampak dari kenaikan lebih dari 40 persen pajak untuk industri ini," kata Clini. (CNN Indonesia)

Wednesday, 04 November 2015 17:41

Phinisinews - CNN Indonesia -- Badan Reserse Kriminal Mabes Polri terus mengungkap kasus dugaan korupsi pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) di Dinas Pendidikan DKI Jakarta pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) 2014. 

Saat ini sudah ada enam orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta yang diperiksa penyidik terkait kasus tersebut.

Kepala Bagian Analisa dan Evaluasi Bareskrim Mabes Polri Komisaris Besar Pol Hadi Ramdani mengatakan, keenam anggota DPRD DKI Jakarta periode 2009-2014 itu diperiksa sebagai saksi.

"Ini pengembangan dari tersangka yang sudah ditetapkan, penyelidikan baru," kata Hadi saat memberikan keterangan pers di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu (4/11).

Hadi menyebutkan keenam saksi dari anggota DPRD itu di antaranya berinisial S, MG, RS, FS, DR, dan LL. Pemeriksaan keenamnya sebagai pengembangan penyelidikan baru atas keterlibatan pihak lain selain dua tersangka yang telah ditetapkan penyidik.

Sebelumnya, Mabes Polri telah menetapkan dua orang tersangka kasus UPS ini, yaitu Zainal Soleman dan Alex Usman. Menurut Hadi, proses hukum Zainal saat ini sudah masuk tahap satu, dilimpahkan ke kejaksaan. Penyidik Polri kini masih menunggu respons kejaksaan.

Sementara Alex Usman berperan sebagai pejabat pembuat komitmen dalam kasus ini. Dia dinilai melancarkan proyek pengadaan UPS meski belum dianggarkan dalam APBD.

Selain menetapkan dua tersangka, penyidik Polri juga telah memeriksa Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana atau Lulung. Dia diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan UPS di Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Wednesday, 04 November 2015 18:44

Phinisinews - CNN Indonesia -- Wakil Ketua Komisi Energi DPR RI, Mulyadi, mengungkapkan adanya permohonan dari Dewie Yasin Limpo soal proyek listrik di Kabupaten Deiyai, Papua, saat rapat Komisi Energi DPR dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dalam rapat tersebut, Mulyadi hadir sebagai pemimpin rapat.

Mulyadi menyampaikan soal mekanisme rapat dalam pemeriksaan dengan penyidik KPK yang dilakukan selama enam jam di Gedung KPK, hari ini. Mulyadi, yang mengenakan baju biru ini keluar dari gedung komisi antirasuah sekitar pukul 15.30 WIB.

"Saya memimpin rapat. Ditanya mekanismenya memimpin rapat di DPR. Saat itu Bu Dewie berbicara beberapa hal," kata Mulyadi, Rabu (4/11)

Pada awal April 2015, Mulyadi memimpin sebuah rapat dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Senayan, DPR, Jakarta. Rapat kerja tersebut membahas beragam hal di antaranya tentang harga minyak dan RUU Migas.

Proyek yang digawangi Dewie rencananya akan dilakukan tak hanya untuk tahun 2016. Pembahasan mencakup pos Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari pos Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun 2016.

Dewie ditetapkan sebagai tersangka bersama staf ahlinya, Bambang Wahyu Hadi, sekretaris pribadi Rinelda Bandosa, Kepala Dinas Pertambangan Kabupaten Deiyai Irenius Adii, dan Direktur Utama PT Abdi Bumi Cendrawasih Setiadi.

Rinelda, Irenius, dan Setiadi juga dicecar penyidik KPK untuk melengkapi berkas penyidikan Dewie.

Sebelumnya, Yuyuk mengatakan Bambang berperan aktif melobi nilai komitmen suap untuk pembahasan anggaran proyek pembangkit listrik mikro hidro di Kabupaten Deiyai, Papua.

Dalam lobi, Bambang seolah-olah mewakili Dewie Rinelda.

Namun, ketika dikonfirmasi, Bambang membantah telah melobi tersagka penyuap, Kepala Dinas Pertamban Kabupaten Deiyai Irenius Adii dan Direktur Utama PT Abdi Bumi Cendrawasih, Setiadi.

Bambang dicokok KPK bersama Dewie di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Selasa (21/10), sekitar pukul 19.00 WIB.

Di tempat berbeda, Rinelda tertangkap tengah menerima uang sebanyak SinS177.700 atau sekitar Rp1,7 miliar dari Setiadi dan Irenius di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (21/10) sore.

Irenius dan Setiadi diduga sebagai pemberi suap dan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a huruf b atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Sementara Dewie Limpo bersama Renaldi dan Bambang diduga menerima suap dan melanggar pasal 12 huruf a, huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Wednesday, 04 November 2015 18:22

Phinisinews - Single terbaru Adele, 'Hello', memecahkan rekor penjualan 1,1 juta copy di AS pada pekan pertamanya. Ini merupakan catatan penting dalam sejarah digital. Rekor sebelumnya dipegang 'Right Round' milik Flo Rida, yang laku 636 ribu unduhan dalam pekan pertamanya pada Februari 2009. 'Hello' berasal dari album ke-3 Adele, 25.
Berikut tujuh rekor lain yang diraih 'Hello'.

1. 'Hello' memecahkan rekor lama AS untuk penjualan terbanyak dalam sepekan oleh artis perempuan. Sebelumnya, kategori ini dipegang Taylor Swift lewat 'We Are Never Ever Getting Back Together' yang laku 623 ribu copy dalam pekan pertamanya pada Agustus 2012.  

2. 'Hello' terjual lebih dari dua kali lipat dari rekor sebelumnya, dalam satu pekan pada 2015. Rekor sebelumnya dipegang 'See You Again' oleh by Wiz Khalifa featuring Charlie Puth, yang laku 464 ribu copy pada puncaknya, April 2015.

3. 'Hello' laku lebih dari empat kali lipat lebih banyak dalam pekan pertama dibanding hit Adele tahun 2012, 'Skyfall'. Lagu balada yang memberinya Oscar dan Grammy itu dibuka dengan penjualan sebanyak 261 ribu copy. 'Skyfall' perlu 11 pekan untuk dapat terjual sebanyak 'Hello' yang hanya dalam pekan pertama. (Padahal album ini dianggap sebagai proyek sampingan, ketimbang awal resmi kembalinya Adele ke musik).

4. 'Hello' debut langsung di No. 1 Billboard’s Hot 100 (yang menggabungkan penjualan digital, pemutaran di radio, dan data streaming). Adele adalah artis Inggris kedua yang pernah masuk chart penting di No. 1 menyusul Elton John yang meraih posisi tersebut melalui 'Candle In The Wind 199'7. 'Hello' adalah lagu ke-4 Adele yang menduduki No. 1, sesudah 'Rolling In the Deep', 'Someone Like You', dan 'Set Fire to the Rain'.

5. 'Hello' mencetak rekor Vevo dengan 27 juta views dalam 24 jam pertamanya. Rekor sebelumnya dipegang Taylor Swift featuring Kendrick Lamar, yang klipnya, 'Bad Blood', mencapai 20,1 juta views pada 17 Mei.

6. 'Hello' mencatat rekor AS streaming satu hari, yakni 2,3 juta stream.  Rekor sebelumnya dipegang 'Drag Me Down' oleh One Direction, yang meraih 1,8 juta stream di AS pada hari pertamanya.

7. 'Hello' memasuki The Official U.K. Singles Chart pada peringkat pertama. Ini merupakan lagu kedua Adele yang mencapai No. 1 di negara asalnya setelah 'Someone Like You'.

8. 'Hello' mengumpulkan 333 ribu equivalent units (angka yang menggabungkan 259 ribu download dan 7,32 juta stream) di Inggris. The Official UK Charts Company melaporkan bahwa ini merupakan total mingguan terbesar untuk sebuah hit No. 1 regular sejak lagu milk Shaggy, 'It Wasn’t Me' laku 345 ribu copy dalam satu pekan pada 2001.

Wednesday, 04 November 2015 13:13

Phinisinews - CNN Indonesia -- Ada perasaan bangga yang membuncah saat seorang penulis melihat buku karyanya akhirnya terbit dan dipajang di rak toko. Namun perasaan itu tak bisa dialami Ahmad Fawaid atau Emma Harrison Clark. Keduanya adalah penulis hantu alias ghostwriter.

Uniknya, mereka mengaku tidak pernah menyesal tak mendapati namanya terpampang  di buku yang ditulisnya sendiri.

Dalam sebuah sesi diskusi di Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2015, Fawaid membagi kisahnya. Ia mengawali pekerjaan sebagai ghostwriter sejak 2008, atas inisiatif sendiri. Bukunya tentang elektronik, ia tulis atas nama sang bos.

Pada 2010, ia kembali melakukan hal yang sama. Kali ini juga atas dasar inisiatif. Fawaid menggunakan nama saudara lelakinya.

"Dia sangat senang. Buku itu membuat dia populer," tuturnya dalam diskusi yang diselenggarakan di Bali, beberapa waktu lalu itu. Ia sebenarnya bisa membuatkan buku orang lain. Namun ia berpikir, mengapa tidak berbuat untuk anggota keluarga dulu.

Padahal, Fawaid mengaku, ia tidak diberi imbalan apa pun saat menuliskan buku untuk saudaranya itu. "Cuma ucapan terima kasih. Tapi nanti tolong, kalau saya butuh apa-apa dibantu," ia melanjutkan. Perjanjian ghostwriter di Indonesia, sepersonal itu.

"Hanya antara diri Anda dan bos yang mempekerjakan, atau siapa pun," katanya.

Karena itu Fawaid menekankan, jangan menjadi ghostwriter jika ingin menjadi miliuner. "Kalau orang yang minta, misalnya untuk kredit akademik atau dia butuh nama, Anda akan dibayar. Tapi kalau inisiatif sendiri, ya bisa enggak dapat apa-apa."

Royalti pun kebanyakan tidak diatur profesional. Ada yang berbaik hati untuk membagi royalti, biasanya buku biografi. Ada pula yang membeli naskah secara putus. Tetapi jika ghostwriter itu dimiliki penerbit, ceritanya bisa berbeda lagi.

"Biasanya penerbit juga punya ghostwriter, untuk isu aktual. Nama penulisnya pakai yang populer. Kalau gitu, semua royalti diserahkan ke ghostwriter," ujar Fawaid.

Ini pekerjaan untuk bertahan hidup.Ahmad Fawaid

Ia tidak bisa menyebut ada berapa banyak ghostwriter di Indonesia. Menurutnya, hampir semua penulis pernah melakoninya. Kebanyakan melakukannya demi uang. Sebab, penulis tidak bisa mengandalkan idealisme.

"Misalnya ada teman saya yang menulis soal Marxisme. Itu buku yang sangat idealis dan bakal susah diterbitkan, bakal susah mendapatkan uang," ujarnya. Ia pun pernah menerbitkan buku berjudul Tarot, yang cukup kontroversial dan susah mendapat penerbit.

Fawaid pun menerbitkannya secara independen. "Buku saya, diterbitkan pakai uang saya, yang saya dapat dari menjadi ghostwriter," kata Fawaid berseloroh. Sementara idealismenya tersalur di situ, kantong kebutuhannya diisi dari hasil menjadi ghostwriter.

"Ini pekerjaan untuk bertahan hidup. Selain ghostwriter biasanya juga ada ghosttranslater, ghost copywriter," tuturnya.

Monday, 02 November 2015 10:54

Mahasiswa-mahasiswa Australia kelas Bahasa Indonesia Flinders University memamerkan kemahirannya menabuh gamelan. Laura Gransburry, Liam Sankey, Andrew Schaefer, Jake Wundersitz, Hannah Impett, dan teman-temannya menikmati malam Minggu dengan mendendangkan tembang-tembang slendro dan pelog.

“Memainkan gamelan mendapatkan sensasi yang luar biasa, sangat berbeda dengan alat musik yang biasa saya pegang seperti gitar, drum, dan lainnya,” ungkap Jake Wundersitz di sela-sela gelaran Flinders University Pendopo: End-of-Semester Concert 2015 (Sabtu, 13 Oktober).

Meskipun banyak dari mereka belum pernah ke Indonesia, rasa cintanya kepada gamelan diungkapkan lewat 6 lagu dengan sangat apik. Seluruh penonton yang terdiri dari warga Australia, WNI diaspora, dan mahasiswa internasional yang menonton konser yang diselenggarakan School of Humanities and Creative Arts Indonesian Department Flinders University tersebut dibuat terkesima dan hanyut bersama kebolehan mereka mengharmonisasikan berbagai instrumen gamelan di gedung dengan arsitektur khas Jawa, Pendopo, yang berdiri di tengah-tengah Flinders University.

“Kenikmatan yang tidak bisa dibahasakan dengan kata-kata,” ujar Liam Sankey yang mampu memainkan gong, demung, dan slenthem dalam konser itu. Liam hanya mengenal Indonesia lewat pelajaran Bahasa Indonesia waktu SD dan tahun ini mengambil kelas Bahasa Indonesia di Flinders University.

Bahkan, mahasiswi yang mengambil kelas Bahasa Spanyol, Ashlee Oswald, sengaja memilih mata pelajaran gamelan untuk bisa menikmati musik dari Jawa ini dengan memainkannya secara langsung.

“Malam yang sungguh indah. Fantastik. Bermain gamelan dengan kelezatan yang tak terkirakan. Amazing.”

Demikian Ashlee mengumbar kebahagiaan di depan ibunya usai konser bersama teman-teman kelas Bahasa Indonesia dan menamakan kelompoknya dengan 2015 Student Gamelan Ensemble. Grup ini terdiri dari mahasiswa-mahasiswa program S1 yang besrasal dari Flinders dan Adelaide University Australia Selatan.

Kecintaan Ashlee dan Liam terhadap gamelan mendorong keduanya hendak mengenal lebih jauh Indonesia dengan berencana mengunjungi Yogyakarta dan berbagai wilayah nusantara selain Bali yang sudah mashur di Australia.

Sejarah Pendopo dan Mata Pelajaran Gamelan di Australia

Pada malam konser tersebut, ungkapan terima kasih para anggota 2015 Student Gamelan Ensemble dipersembahkan kepada Associate Professor Anton Lucas dan istrinya Kadar Lucas yang pada tahun 1990 menghadiahkan Pendopo dan Gamelan Sekar Laras kepada Flinders University.

Pendopo menjadi simbol keakraban masyarakat dan budaya kedua negara, Australia dan Indonesia, di Flinders University yang mulai dikembangkang sejak 1978.

“Gedung ini telah menjadi rumah bagi pertemuan-pertemuan serta berbagai inisiatif kerjasama dalam beragam bidang seperti pendidikan, kebudayaan, dan kesenian antara masyarakat dan pemerintah Australia dan Indonesia,” kata Anton Lucas yang bersama istrinya mengembangkan senyum bahagia sepanjang konser malam itu.

Profesor yang lebih 30 tahun mendedikasikan kerja-kerja akademisnya pada studi-studi Indonesia di Flinders University ini menceritakan bagaimana upayanya sejak 1980-an untuk menghadirkan Pendopo dan peralatan gamelan yang lengkap di Australia. Baru kemudian ia bersama istri dan beberapa koleganya mendirikan Gamelan Sekar Laras Community Ensemble 1983 yang beralamat di bangunan yang sama pula, Pendopo.

Sejak saat itu ensemble ini mengajarkan gamelan untuk masyarakat dan mahasiswa yang ada di Australia Selatan.

“Karena kami sejak awal membangun kerjasama dengan para akademisi ahli dan praktisi untuk mempelajari dan memainkan gamelan, baik yang berasal dari Solo, Yogyakarta, Canberra, Melbourne, Perth, sampai Amerika Serikat, sehingga kami berkepentingan untuk mendirikan Mata Pelajaran Gamelan di Flinders University,” kenang Anton sambil membeberkan nama-nama seperti Sutendri Yusuf, Sugito, Nani Sudarsono, Ariadne Budianto, Subono dan sebagainya.

Menurut Indonesianis ini, mata pelajaran gamelan di Flinders University menjadi yang pertama di dunia yang berada di bawah departemen ilmu sosial level bachelor untuk mempelajari konteks sosial dan persentuhan gamelan dengan musik-musik lainnya di dunia.

Bahasa Indonesia dan Gamelan

Pada kesempatan yang sama rasa bangga juga ditunjukkan Rossi von der Borch. Sebagai pengampu kelas Bahasa Indonesia di Flinders University, ia mendorong mhasiswanya untuk mengambil mata pelajaran gamelan.

“Dengan gamelan murid-murid tidak hanya belajar bahasa Indonesia dan keindonesiaan lewat tulisan dan bacaan yang menggunakan otak,” kata perempuan yang aktif dalam Program Jembatan, sebuah inisiatif Flinders University untuk membangun kerjasama people to people Australia-Indonesia.

Menurutnya, murid-murid bisa mengenal Indonesia dengan hati mereka lewat permainan dan penciptaan musik yang bagus menggunakan instrumen-instrumen gamelan, selain kegiatan tahunan lainnya seperti berkemah bersama para murid dengan orang Indonesia di Australia Selatan. Untuk itu pula setiap tahun dibentuk kelompok musik gamelan dari masing-masing angkatan.

Dalam konser itu lagu Lancaran Demam Emas digubah oleh salah satu murid Bahasa Indonesianya, Laura Gransbury dengan mengambil tembang slendro.

“Kelas Bahasa Indonesia dan gamelan menjadi media paling efektif untuk mempertemukan Australia-Indonesia melalui perkenalan budaya dan tradisi Indonesia,” cerita Rossi tentang pengalamannya mendampingi murid-muridnya.(Sejuk/Mitha K)

Galleries

 
  Penulis : Mitha MK / Editor : Fyan AK     Pulau Kodingareng, Makassar (Phinisinews.com) - Rektor Universitas...
  Penulis : Fred Daeng Narang  /  Editor : Mitha K Makassar (Phinisinews.com) – Sebanyak 120 kantong darah...
  Penulis : Redaksi  /  Editor : Fred Daeng Narang Bulukumba, Sulsel (Phinisinews.com) – Masyarakat adat...
  Penulis : Fred Daeng Narang  /  Editor : Mitha K Makassar (Phinisinews.com) – Kawasan Wisata Terpadu Gowa...

Get connected with Us