Kegiatan 100 Tahun M Basir, Tokoh Pers Sulsel Milik Nasional ditandai peluncuran buku “M Basir lebih berkuasa dari Para Penguasa” (Foto : Fred Daeng Narang). Kegiatan 100 Tahun M Basir, Tokoh Pers Sulsel Milik Nasional ditandai peluncuran buku “M Basir lebih berkuasa dari Para Penguasa” (Foto : Fred Daeng Narang).
 

Penulis : Fred Daeng Narang  /  Editor : Mitha K

Makassar (Phinisinews.com) – Peringatan 100 tahun M Basir (Embas) menjadi pembuktian bahwa wartawan senior yang melintasi empat zaman dan salah seorang pendiri sekaligus Pimpinan Redaksi Harian Pedoman Rakyat di Makassar, Sulawesi Selatan adalah tokoh pers nasional yang pengaruhnya besar.

Empat zaman yang dilalui M. Basir, jurnalis berpendirian keras, dengan sosok sederhana dan ramah itu adalah zaman revolusi 1947 – 1949,  Zaman Demokrasi “Liberal” 1950 – 1959, Zaman Orde Lama 1959 – 1965 dan Zaman Orde Baru 1966 hingga wafat di tengah perjalanan Orde Baru.

Peringatan 100 tahun (1923 – 2023) yang ditandai peluncuran buku “M Basir, Lebih Berkuasa dari Para Penguasa” di salah satu hotel berbintang di Makassar, Minggu. buku cetakan lux setebal 192 halaman ditulis oleh cucunya sendiri yakni Maysir Yulanwar, antara lain berisi testimoni Presiden Joko Widodo, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif, Sandiaga Uno, Budayawan Betawi Ridwan Saidi, Ekonom, Rizal Ramli dan Politisi Fadli Zon.

Buku tersebut terdiri dari pengantar dan testimoni, tulisan Muhammad Basir periode 1970 -1984, Mini Biografi serta sekelumit kisah tentang M Basir dari wartawan senior Pedoman Rakyat dan yang mengenal dekat dengan beliau.

Presiden Jokowi dalam testimoninya mengatakan, merupakan kehormatan buat saya untuk membuat sedikit tulisan tentang M Basir, pendiri “Pedoman Rakyat” dari Sulawesi Selatan. Kesan saya setelah membaca buku tentang memperingati 100 tahun almarhum... menarik sekali serta memberikan daya tarik tersendiri, beliau bisa dibilang sebagai “Pahlawan Media Cetak” yang berjuang melalui tulisannya dan pernah menjadi Wartawan Istana di Jaman Presiden ke-2.

Menko Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, M Basir merupakan sosok wartawan senior dan pendiri yang patut dijadikan panutan bagi para surat kabar. Pedoman Rakyat berdiri tahun 1947 di Makassar, Sulawesi Selatan, beliau senior dan memiliki jiwa kebangsaan yang tinggi, cinta terhadap tanah air. Doa tulus dari saya untuk 100 tahun Embas.

Menham, Prabowo mengatakan, suatu kebanggaan bisa memberikan penilaian serta kesan atas seorang “pahlawan di bidang media”, yaitu Alm Muhammad Basir, dalam haulnya yang ke-100 tahun.

“Beliau sebenarnya adalah orang yang berjasa besar dalam bidang media, khususnya cetak, yang sering memberitakan tentang kejadian di pusat dan daerah, khususnya wilayah timur”. Pedoman Rakyat merupakan titik kebangkitan dari wilayah Timur Indonesia dan sudah sepantasnya Alm M Basir dikategorikan sebagai seorang pahlawan dan pejuang yang memiliki jiwa corsa kepada tanah air.

Sedangkan Menteri Sandiaga Uno setelah membaca biografi Pendiri Pedman Rakyat menyimpulkan bahwa seorang M Basir merupakan wartawan medua cetak yang cukup berani di jamannya dan bisa dikategorikan sebagai “Pejuang Tinta”

 

Budayawan Betawi Alm Ridwan Saidi mengatakan, Putera terbaik kelahiran Jeneponto, M Basir adalah lelaki ramah dan sosok jurnalis berpendirian keras yang menjadi sosok panutan wartawan pada jamannya.

Ekonom, Rizal Ramli lebih rinci menguraikan, M Basir adalah salah satu tokoh pers Indonesia yang memulai dari daerah Jeneponto (salah satu Kabupaten di Sulsel), menjadi sangat berpengaruh di Makassar (ibukota Provinsi Sulsel) dan akhirnya menonjol di Jakarta.

Sebagai pemilik mayoritas dan Pemimpin Redaksi koran Pedoman Rakyat di Makassar, Basir adalah pejuang dengan Badik (senjata tajam khas Sulsel), tetapi lebih penting lagi pejuang dengan mesin ketik. Beliau wartawan yang berani, kritis serta produktif dan Basir membumikan kata “Ada dua tugas wartawan, memberitakan kejadian dan menyingkap kebenaran. Dan sebagai insan Pers kita dimuliakan oleh tugas kedua” kutip Rizal Ramli.

Sedangkan politisi Fadli Zon menilai M Basir adalah jurnalis, intelektual, aktivis, politisi, guru dan juga seniman.

Sebagai seniman, M Basir yang membuat logo Kota Makassar, Kodam Hasanuddin, Universitas Hasanuddin dan Kabupaten Jeneponto yang dipakai hingga sekarang.

Walaupun secara nasional melalui Presiden Jokowi dan Menham, Prabowo mengakui dalam testimoninya bahwa M Basir adalah Pahlawan di bidangnya (Pers/media), namun organisasi wartawan, Pemerintah Provinsi Sulsel dan Pemerintah Kota Makassar belum memberikan penghargaan yang seharusnya diterima oleh Alm M Basir.

Di daerah kelahirannya Jeneponto, Pemerintah Kabupaten Jeneponto memberikan penghargaan melalui nama Jalan M Basir pada salah datu ruas jalan di daerah itu. Dan pada peluncuran buku yang tidak dihadiri Walikota, namun diwakilkan pada salah seorang kepala dinasnya, keluarga M Basir melalui Maysir Yulanwar mengharapkan agar rumah M Basir yang berada di jalan durian, tepatnya di belakang rumah jabatan Walikota Makassar dijadikan jalan M Basir sebagai wujud penghargaan kota terhadap kakeknya.

Maysir menjelaskan judul buku “M Basir Lebih berkuasa dari para Penguasa” bukan bermaksud menyatakan kakeknya seorang yang arogan, melainkan karena pada jaman itu, walikota, bupati hingga gubernur yang sering datang ke rumah M Basir, bukan  sebaliknya. Sedangkan Koran Pedoman Rakyat adalah milik Dwi Tunggal M Basir dan LE Manuhua.

Haul 100 tahun yang ditandai peluncuran buku tersebut dibedah oleh dua wartawan senior Pedoman Rakyat yakni Dosen, Dr Dahlan Abubakar, M.Hum, Wakil Bupati Selayar, Saiful Arif, serta menghadirkan Penulis Buku, Maysir Yulanwar dan moderator Rusdin Tompo (penyair, penulis dan koordinator Satu Pena Sulsel), dihadiri mayoritas wartawan senior lintas media serta seniman. (FDN/MK).

Read 566 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Dokter News
Login to post comments

Galleries

 
  Penulis : Mitha MK / Editor : Fyan AK     Pulau Kodingareng, Makassar (Phinisinews.com) - Rektor Universitas...
  Penulis : Fred Daeng Narang  /  Editor : Mitha K Makassar (Phinisinews.com) – Sebanyak 120 kantong darah...
  Penulis : Redaksi  /  Editor : Fred Daeng Narang Bulukumba, Sulsel (Phinisinews.com) – Masyarakat adat...
  Penulis : Fred Daeng Narang  /  Editor : Mitha K Makassar (Phinisinews.com) – Kawasan Wisata Terpadu Gowa...

Get connected with Us