Fasilitas Isolasi Terintegrasi yang disiapkan Pemprov Sulsel di Asrama Haji Sudiang Makassar bagi pasien covid-19 kategori ringan dan OTG. (Foto : Dok Humas Pemprov Sulsel). Fasilitas Isolasi Terintegrasi yang disiapkan Pemprov Sulsel di Asrama Haji Sudiang Makassar bagi pasien covid-19 kategori ringan dan OTG. (Foto : Dok Humas Pemprov Sulsel).
 

Penulis : Fred Kuen  /  Editor : Fyan AK

Makassar (Phinisinews.com) – Sebanyak 57 pasien kini menjalani isolasi di Fasilitas Isolasi Terintegrasi (FIT) di Asrama Haji Sudiang Makassar, sejak program fasilitas tersebut dicanangkan Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman (27/7).

FIT menjadi tempat isolasi bagi pasien positif Covid-19 tanpa gejala (OTG) dan bergejala ringan. Pemprov Sulsel menyiapkan sekitar 2.000 lebih tempat tidur untuk kapasitas isolasi yang merupakan extended room (ruang tambahan) rumah sakit Pemprov Sulsel yang berada di Asrama Haji, RS Sayang Rakyat dan pusat Isolasi Pemprov Sulsel lainnya.

“Progres Asrama Haji sejak dibuka sudah 57 pasien yang masuk dan tetap dalam kontrol RS Labuang Baji,” ujar Andi Sudirman, melalui release Humas Pemprov Sulsel yang diterima d Makassar, Senin.

Hadirnya fasilitas isolasi terintegrasi ini, kata dia, maka para pasien akan didampingi oleh tenaga kesehatan dari RS Pemprov Sulsel.

“Nakes termasuk dokter, standar layanan serta emergency case-nya di bawah kendali dokter-dokter rumah sakit provinsi yang berpengalaman. Kami harap para pasien mendapat pelayanan yang baik dan di bawah kontrol. Dan semoga semua pasien lekas sembuh, Aamiin,” katanya.

Di tempat karantina bagi pasien positif Covid-19 di Asrama Haji ini dilengkapi fasilitas memadai dengan kamar layaknya hotel, setiap kamar berisi satu tempat tidur, bahkan dipersiapkan kamar untuk satu keluarga.

Selama menjalani isolasi, para pasien akan diberikan pelayanan kebutuhan dasar, seperti makan, minum maupun vitamin/suplemen. Serta selama menjalani isolasi akan dibekali dengan aktivitas olahraga, hiburan dan kegiatan lainnya.

“Fasilitas ini terbuka umum dan gratis bagi seluruh warga terkonfirmasi positif (OTG  dan gejala ringan) tanpa sekat suku, agama, dan ras, serta pendatang,” tuturnya.

Andi Sudirman berharap kabupaten/kota juga turut ikut membuka extended room (ruang tambahan) untuk ruang isolasi bagi pasien Covid-19.

 “Kami berharap Wali Kota dan Bupati agar wilayah dengan angka penyebaran Covid-19 meningkat untuk membuka fasilitas terintegrasi RSUD, extended rooms isolasi mandiri bagi warga sekitar terkonfirmasi positif Covid-19 dengan menyiapkan FIT,” ucapnya.

Ketua Satgas Covid-19 Sulsel, dr Arman Bausat mengaku, masyarakat yang ingin menjalani isolasi mandiri di FIT sangat terbuka luas.

“Kami mendapat laporan, jika sebenarnya banyak pasien mau masuk. Namun informasi beredar ada persyaratan tambahan berupa ada surat keterangan dari Dinas Kesehatan. Padahal itu tidak ada. Jadi, jika ada yang ingin isolasi mandiri di FIT, syaratnya hanya melampirkan bukti hasil swab PCR yang menyatakan positif Covid-19,” ujarnya.

Adapun warga yang ingin mengikuti fasilitas isolasi terintegrasi diantaranya bisa mendaftar di call center telemedicine ‘Hallo Dokter’ 0811466465 atau mendaftar melalui website hallodokter.sulselprov.go.id. 

Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar terus mematuhi protokol kesehatan dengan wajib memakai masker di semua aktivitas, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir serta menjaga jarak dan menghindari kerumuman, agar pandemi covid segera berlalu. (FK/PR/FAK).

Read 903 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Citizen Journalism
Login to post comments

Galleries

 
  Penulis : Mitha MK / Editor : Fyan AK     Pulau Kodingareng, Makassar (Phinisinews.com) - Rektor Universitas...
  Penulis : Fred Daeng Narang  /  Editor : Mitha K Makassar (Phinisinews.com) – Sebanyak 120 kantong darah...
  Penulis : Redaksi  /  Editor : Fred Daeng Narang Bulukumba, Sulsel (Phinisinews.com) – Masyarakat adat...
  Penulis : Fred Daeng Narang  /  Editor : Mitha K Makassar (Phinisinews.com) – Kawasan Wisata Terpadu Gowa...

Get connected with Us