Thursday, 20 October 2016 22:38

 Penulis : Thamrin

 

 

Makassar – Phinisinews, Kepala Kesbangpol Provinsi Sulawesi Selatan  Asmanto Baso leo mengatakan pentingnya “Antisipasi dini terhadap ancaman kriminalisasi sangat diharapkan dari setiap individu, demi mewujudkan situasi kondusif yang aman dan tentram. ormas, Lsm dan komponen masyarakat lainnya harus bekerja sama dengan TNI dan Polri meminimalisir keadaan yang ada di Sulawesi selatan. Hal ini di utarakannya pada Workshop “Pembinaan Dan Pencegahan Gangguan Kamtibmas” di Hotel Grand Palace, Kamis 20/10/16.


Workshop yang dihadiri oleh unsur tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta ormas dan lsm ini juga diberikan pemahaman bahwa perlunya berperan aktif serta wajib berkontribusi dalam hal Pencegahan anti radikalisme terorisme, doktrin, serta paham-paham menyimpang yang menggangu keamanan dalam kehidupan kita.

Sehingga pembangunan sulsel berjalan dengan baik dan kehidupan masyarakat semua mendapat kemakmuran dan kenyamanan.

Kepala Kesatuan Bangsa Dan Politik, Asmanto  juga berharap "kita hendaknya menjadi pelopor antisipasi gangguan keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), dengan membangun persaudaraan, menjalin koordinasi kepada siapa saja, serta bekerjasama saling membantu kepada semua.

Dalam workshop ini Letnan Sarjo dari Badan Intelejen Daerah Sulsel menjabarkan bahwa deteksi dini ancaman Kamtibmas yang merupakan salah satu kegiatan intelegen dan selalu berdasarkan pada kepentingan nasional entitas negara.

Situasi kamtibmas memiliki dinamika yang seiring perkembangan berbagai aspek kehidupan masyarakat, sementara itu situasi keamanan dan ketertiban situasi kondusif di wilayah adalah mutlak untuk di wujudkan guna mendukung peraturan daerah yang berjalan dengan roda pemerintahan dan perekonomian bangsa.

Apabila muncul ancaman faktual dapat di tangani secara profesional dan proposional sesuai dengan prosedur dan regulasi yang ditetapkan, agar ancaman terhadap kamtibmas tidak berkembang.

“Teknik mencari informasi terbuka dan tertutup, maupun kombinasi keduanya yang disesuaikan dengan keadaan sasaran dan aspek terhadap sasaran ini merupakan hal penting yang harus kita pelajari dalam mengantisipasi ancaman untuk bisa mendeteksi dini gangguan terhadap kamtibmas". lanjut Letnan Sarjo.

Hasil yang diharapkan dalam Workshop ini terwujudnya pemahaman tentang antisipasi terhadap kamtibmas yang terjadi didalam masyarakat dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif dalam menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.*** Mitha K

 

 

Monday, 17 October 2016 12:04

Penulis : M. Arifandy

 

 

Makassar - (Phinisinews) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi sidak kantor Pelayanan Publilk Sulawesi Selatan, Senin 17/10/2016. Kunjungan yang dilakukan ini, sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo untuk melihat proses kinerja yang dilakukan oleh pihak aparatur negara.

Kedatangannya bersama, Diah Natalisa Bidang Deputi Pelayanan Publik di kantor Samsat, Kantor Imigrasi Kelas 1 Sul-Sel, BPJS Kesehatan, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD)  untuk meninjau langsung proses pelayanan publik tanpa menginfokan kedatangannya. Sehingga membuat pegawai kantor dan masyarakat yang ada saat itu terkejut melihatnya.

Mantan Wakil Walikota Batam itu pun menerima beberapa keluhan terhadap masyrakat mengenai proses pelayanan publik.

 

 

Tak hanya itu, Menteri yang baru menjabat selama dua bulan, menegur langsung beberapa pimpinan kantor pelayanan publik.

Salah satu jadi bahan kritikan yang di terima adalah Kantor Samsat yang berada di Jl, Andi Pangeran Pettarani Makassar.

Menurutnya, masih banyak kekurangan yaitu tak adanya tersedia nomer antrian, berserakannya surat dan kurang bersih di ruang tunggu.

 

Ia menyarankan agar mengikuti Provinsi Jawa Timur, yang dimana lebih maju dalam pelayanan publik.

Setelah menyidak instansi terkait pelayanan publik,  Asman Abnur, SE., M.Si. bertemu dengan Gubernur Sulawesi Selatan H. Syahrul Yasin Limpo di Rumah Makan Ujung Pandang untuk menikmati makan siang.***Mitha K.

 

Monday, 17 October 2016 10:56

Penulis : M. Arifandy

Makassar - (Phinisinews) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Negara (MENPAN), H. Asman Abnur, SE, M.Si, memberikan ceramah umum kepada Aparatur Sipil Negara sebagai pusat pelatihan, dalam Seminar Rancangan Proyek Perubahan (RPP) Diklat PIM Tingkat II angatan 1 Di Badan Diklat Provinsi Sulewesi Selatan, Makassar, Senin, 17/10/2016.

"Pelayanan publik itu berjalan lebih baik, dan mampu menggunakan sistem IT serta menjadi motor buat pekerja".

Ia mengharapkan, "Aparatur Sipil Negara itu menjadi tempat nasional, dan tidak kalah hebat dengan pegawai konvesional serta swasta," tuturnya.

Ia menegaskan kepada peserta aparatur sipil negara agar tidak lagi main-main dengan perizinan pelayanan publik dan jangan mempersulit lagi masyarakat.

Kehadiran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Memberikan Ceramah Umum kepada pengawai ASN, yang bekerja sama dengan PKP2A II LAN.***Mitha K.

Monday, 17 October 2016 16:47

Penulis : Abd. Hakim Dimar

 

Makassar - (Phinisinews,17/10/2016), Dibuang Sayang diinjak Sakit, Pelajar SMA Negeri 21 Makassar mengolah kulit durian menjadi bermanfaat, Beberapa diantaranya menjadi MasTer (masker terapi) dan Boneka Maling  (mascot peduli lingkungan ) yang bahan utamanya dari kulit durian.

"Master sangat bermanfaat bagi kesehatan karena memiliki aroma terapi melati  yang  mengatasi insomnia dan wangi sitrus  yang dapat mengatasi mual, sangat cocok bagi pengendara" tutur Nurul Azizah saat presentasi di Festival Pelajar Sulawesi Selatan di Pantai Losari Makassar.

 

 

Sedangkan Boneka Maling bisa dijadikan souvenir, Karena bentuknya yang khas Makassar, harapannya boneka Maling bisa dapat mencuri perhatian masyarakat agar sampah kulit durian menjadi bermanfaat, tambahnya.

 

Kulit Durian apabila di injak akan terasa sakit namun dibuang sangat di sayangkan tutur Nurul Aziza saat melanjutkan presentasi daur ulang sampah kulit durian.

 

Ia  menjelaskan bagaimana cara mengolah kulit durian menjadi Dakron yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomis. Pertama, kami mencuci kulit durian dengan bersih selanjutnya pengepresan dan pemisahan duri kulit durian lalu dilakukan perebusan hingga serat kulit durian untuk mendapatkan hasil yang diinginkan untuk yang terakhir dilakukan penjemuran agar hasil dakron maksimal sehingga bisa digunakan untuk pembuatan Master (masker terapi) dan Boneka maling  (mascot peduli lingkungan).

 

 

Hal ini sangat membantu program pemerintah yaitu Makassar Tidak Rantasa, "karena pengolahan sampah kulit durian menjadi hal yang bermanfaat dan perlu di kembangkan selain memiliki nilai guna, kreativitas ini bisa membuka peluang usaha". tutur Jumairah salah satu juri festival pelajar SulSel.***Mitha K.

 

Monday, 17 October 2016 17:40

Foto by: Yusrivan

Fashion Carnaval 16/10/2016 jalan Sudirman, Makassar, Sulawesi Selatan. Mempertunjukkan Atraksi Semburkan Api, Penyerahan Piala Bagi Pemenang dengan Kategori Favorit, juara 1,2, dan Juara Umum.***Phinisinews-Mitha K.

 

 

 

 

Monday, 17 October 2016 17:03

Foto: Thamrin

Carnaval Fashion 2016 yang diadakan  sebagai salah satu perayaan hari jadi Sulsel, Menampilkan berbagai Tema Fashion disepanjang jalan Sudirman, Makassar 17/10/2016.(phinisinews-Mitha.K)

 

Tema  Kelelawar

 

Tema Laut 

 

 

 

 

 

 

Monday, 17 October 2016 23:59

Penulis : Alce Sinauru

 

Makassar, (Phinisinews) Pagelaran seni sendra tari merupakan pertunjukan yang menggabungkan tari dan drama, diangkat dari cerita  Maipa Deapati yang dipertunjukan dibenteng  Roterrdam Makassar 16/10/2016. 

 

Kolaborasi tari dan musik tradisional Makassar yang membuat cerita ini sangat menarik perhatian penonton untuk tetap diam ditempat dan memperhatikan pertujukan tersebut, walaupun sebagian besar penonton sudah tau dari awal  sampai akhir cerita Maipa Deapati.

 

Pertunjukan dibuka dengan tari-tarian tradisional Makassar. Para penari tampak melenggak lenggok dipanggung dengan gerakan yang gemulai. Puluhan penari yang mengisahkan cerita Maipa Deapati  berasal dari berbagai Universitas dan SMA yang ada dikota Makassar.  Selain cerita dan penampilan para penari tak kalah menarik tokoh cantik dan anggun yang diperankan Maipa Deapati adalah mahasiswi fakultas hukum UNHAS .

 

Usai pentas, Firza Burhan yang akrab disapa Firza ini mengaku, merasa mendapat kehormatan bisa dipercayakan berperan sebagai Maipa Deapati. Firza yang tidak punya bakat menari, malam itu tampil sangat baik sebagai Maipa Deapati. Ia mampu mengimbangi gerakan luwes teman-temannya dari seni tari.

 

Cucut sutradara pertunjukan sendra tari Maipa Deapati Berujar “Saya sengaja mempertunjukan kembali cerita ini tujuannya untuk memperkenalkan cerita budaya Makassar serta mengangkat kearifan lokal dengan harapan agar kita semua bisa mencontoh kesetiaan sepasang anak remaja dan memiliki kekuatan cinta yang tak terpisahkan”.***Mitha K.

 

Monday, 17 October 2016 23:54

Penulis : Yuweni Puji Saputri

 

 

Makassar, (Phinisinews) Dalam upaya pelestarian seni dan kebudayaan adat bugis makassar, dinas pariwisata kota makassar menyelenggarakan pementasan seni sendra tari Maipa Deapati 2016, yang digelar pada minggu/16/10/16 malam, dan berlanjut senin esok di Fort Raterrdam.

 

Adapun drama tari yang dibawakan oleh sanggar seni Merah Putih yang tergabung dalam gedung kesenian kota makassar ini, menceritakan kisah cinta  antara Datu Museng, putra bangsawan dari Kerajan Gowa yang jatuh cinta kepada Maipa Deapati Putri bangsawan Kerajaan Sumbawa.

 

Alur dalam drama ini mengisahkan perjuangan dan kesetiaan cinta dari keduanya yang rela mati dan gugur dalam Laga demi cinta terhadap kekasih hatinya.

 

Cerita cinta inilah yang hingga kini dikenang oleh masyarakat Makassar dan kemudian disebut sebagai kisah Romeo-Juliet versi Makassar.

 

Pagelaran ini diakhiri dengan seruan dan tepuk tangan meriah dari penonton, yang ikut larut pada alur dan pendalaman peran tiap tokoh. Salah seorang pengunjung, Wawan(22) yang juga berlatar belakang sebagai komunitas Seni mengatakan "saya sangat menikmati pementasannya dan berharap pertunjukan seni semakin banyak sehingga budaya Makassar bisa terkenal di skala nasional pun Internasional.

 

Koordinator artistik, Alam, pun menyampaikan harapan yang sama. Ia berharap dengan adanya pementasan seni tari dan teater ini, bisa memperkenalkan dan mengingatkan kembali kepada masyarakat mengenai sejarah dan budaya Makassar yang akhir akhir ini luput dari perhatian masyarakat, khusunya generasi modern.***Mitha K.

Galleries

 
  Penulis : Mitha MK / Editor : Fyan AK     Pulau Kodingareng, Makassar (Phinisinews.com) - Rektor Universitas...
  Penulis : Fred Daeng Narang  /  Editor : Mitha K Makassar (Phinisinews.com) – Sebanyak 120 kantong darah...
  Penulis : Redaksi  /  Editor : Fred Daeng Narang Bulukumba, Sulsel (Phinisinews.com) – Masyarakat adat...
  Penulis : Fred Daeng Narang  /  Editor : Mitha K Makassar (Phinisinews.com) – Kawasan Wisata Terpadu Gowa...

Get connected with Us