Friday, 28 October 2016 07:30

Phinisinews - "Apa yang ada dalam pikiran Anda?" demikian Facebook menyapa kepada para penggunanya yang berjumlah tak kurang dari 1,7 miliar.

Pertanyaan seperti ini pula yang diajukan para psikolog ketika memulai konsultasi dengan para klien. Secara naluriah kita juga mengajukan pertanyaan serupa kepada kawan atau anggota keluarga yang sepertinya sedang memiliki masalah.

Kegiatan kita di media sosial bisa mengungkap kondisi kejiwaan dan tak mengherankan jika para ahli sekarang juga mencermati status, catatan, dan bahkan apa saja yang kita bagikan di media sosial untuk menganalisis kondisi mental kita.

Kajian terhadap 555 pengguna Facebook di Amerika Serikat menunjukkan orang-orang yang ekstrover cenderung menulis pesan atau mengunggah hal-hal yang terkait aktivitas sosial dan kehidupan sehari-hari dan mereka ini melakukannya relatif sering.

Orang-orang yang punya kepercayaan diri yang rendah biasanya mem-posting pacar atau pasangan yang romantis, sementara yang terkena narsisime lebih sering memamerkan keberhasilan mereka.


Atau memamerkan diet atau kegiatan mereka untuk menurunkan berat badan.


Kajian lain memperlihatkan orang-orang yang banyak mengunggah selfie biasanya lebih narsisistik dan psikopatik dan mereka yang memoles foto secara digital boleh jadi punya kepercayaan diri yang rendah.

Media sosial sebagai terapi?

Pernah marah-marah dan melampiaskan emosi di Facebook atau Twitter dengan harapan tindakan ini bisa meredakan suasana hati?


Mungkin Anda mengira mengeluarkan kemarahan di media sosial akan membantu menenangkan kondisi mental, namun para ahli di Meksiko memperingatkan media sosial bukan terapi atas persoalan kejiwaan.

Artinya, Anda harus memikirkan kemungkinan bahwa marah-marah di Facebook atau Twitter mungkin saja akan membuat suasana hati Anda lebih parah lagi.

Tapi marah-marah di media sosial juga punya sisi positif.
Para peneliti di Australia menelusuri cuitan untuk 'memindai orang-orang yang berisiko' melakukan bunuh diri, seperti yang dilakukan akademisi Helen Christensen.
Ia dan timnya -dengan menggunakan program khusus- memantau twit dan menggolongkan cuitan mana saja yang memerlukan perhatian khusus, misalnya dengan memberitahukan risiko bunuh diri kepada keluarga, dokter, atau psikolog.


Kenapa Anda selalu merasa sibuk (meski sebenarnya tidak.

Kenapa sekarang bukan zamannya lagi 'go online'

Di internet juga sudah banyak muncul komunitas online yang memantau posting yang dinilai mengisyaratkan kemungkinan seseorang melakukan bunuh diri dan komunitas ini kemudian menawarkan bantuan kepada yang bersangkutan.

Para peneliti tidak hanya memantau aktivitas di media sosial, bahkan ketika tiba-tiba ada yang 'menghilang dari jagad media sosial' para ahli bisa menyimpulkan bahwa seseorang sedang atau tengah mengalami depresi.

Senang dan sedih

Hal lain yang dilakukan para pakar adalah mengukur kebahagiaan dengan memantau twit berbagai bahasa, termasuk bahasa Inggris, Prancis, Arab, dan bahasa Indonesia.

Ini dilakukan oleh tim peneliti yang tergabung di Hedonometer Project yang menggunakan aneka teks dari Twitter, surat kabar, Google Books, dan bahkan judul film untuk mendapatkan suasana hati pemakai media sosial.

Mereka mengumpulkan 10.000 kata yang paling banyak dipakai dan kemudian menilai tiap kata berdasarkan skala positif-negatif.

Tim di proyek tersebut sekarang memakai pendekatan ini untuk menganalisis tingkat kebahagiaan pengguna Twitter.

Mereka juga menganalisis bagaimana kebahagiaan atau kepuasaan terkait dengan faktor lain seperti status sosial ekonomi, geografi, dan demografi.
Jadi, apa yang kita baca dan bagikan di media sosial -tanpa kita sadari- sebenarnya adalah pintu masuk tentang apa yang sebenarnya ada di dalam hati dan benak kita.


Artikel asli dalam bahasa Inggris yang ditulis Bianca Nogrady: Your Facebook sharing can reveal hidden signals about you.

Friday, 28 October 2016 07:19

Phinisinews - Media sosial seperti Facebook adalah tempat ideal bagi para perekrut untuk melihat kandidat. Tetapi apakah alat yang bagus itu membiarkan perusahaan melakukan diskriminasi?

Hampir empat bulan lalu, Lisa Dorahay menelusuri Facebook ketika dia melihat iklan lowongan kerja di newsfeed-nya.
Dia tidak terlalu ingin mencari pekerjaan baru dan sangat jarang ibu tiga anak ini menggunakan media sosial. Tetapi iklan mencari asisten paruh waktu di agen rekrutmen tampak sempurna untuknya.


Dia mengikuti tautan itu untuk mendaftar dan diwawancara tiga hari setelahnya, lalu mendapat kerja di Zealand agency, Human Connection Group di pekan selanjutnya.

Dorahay kini menyadari bahwa iklan itu secara khusus memang menyasar orang seperti dia.

Iklan Facebook bukanlah fenomena baru - Anda pasti juga bisa melihat iklan semacam itu di lini masa Anda.

Tetapi Anda pasti juga melihat ada iklan lowongan kerja untuk peran dan industri yang jauh dari kerja Anda saat ini.

Tampaknya, ini di sengaja karena para perekrut ingin mencari orang yang memiliki keahlian spesifik, berdasarkan informasi yang Facebook pelajari dari perilaku Anda di media sosial itu.

Ketika lebih banyak perekrut kerja menggunakan alat ini, sejumlah orang khawatir bahwa kemampuan membidik target dengan tajam ini bisa membuat perekrut mendiskriminasi usia, etnis, agama, dan gender.

Ketika BBC Capital mengontak Facebook, mereka menolak untuk berkomentar terkait praktik perekrutan dalam platform itu.

Cara kerjanya seperti ini: layanan iklan Facebook adalah layanan yang memungkinkan bisnis membayar untuk memasang iklan dinewsfeed orang-orang.

Ketika menempatkan iklan, bisnis bisa memilih tipe orang yang mereka inginkan, berdasarkan usia, jenis kelamin, kesukaan, ras, agama, dan lainnya.

Facebook bukan satu-satunya media sosial yang menyediakan iklan dengan target spesifik - banyak platform mengkoleksi data dari penggunanya dan menawarkan layanan yang sama.

Misalnya, Google+ dan Instagram yang dimiliki Facebook juga menawarkan layanan yang sama, sementara LinkedIn memungkinkan perekrut membuat iklan spesifik berdasarkan usia, jenis kelamin, tetapi tidak bisa memilih ras atau orientasi seksual.

Miliaran kandidat potensial

Pendiri agen marketing digital berbasis di London Link Humans, Jorgen Sundberg memperkirakan 10% dari agen perekrut di Inggris (yang totalnya sekitar 20.000) kini menggunakan layanan iklan Facebook.

"Facebook memiliki data individu terbanyak, tentunya, dibandingkan perusahaan teknologi lain," katanya.
Juru bicara Facebook mengatakan perusahaan tidak bisa membagi data jumlah perekrut kerja yang menggunakan layananya, dan menolak berkomentar lebih jauh.
Dengan 1,3 juta pengguna aktif per hari, Facebook adalah tempat Anda mencari kandidat untuk berbagai macam pekerjaan, kata pendiri agen media sosial di Inggris Social-Hire, Tony Restell.


Banyaknya variasi manusia di Facebook berarti pengiklan harus lebih spesifik dan akurat terkait siapa yang mereka ingin targetkan.


Ketika mereka tidak melakukannya, pada akhirnya kita akan melihat iklan lowongan kerja yang sangat tidak relevan bagi kita.


Tetapi Facebook tidak akan diam saja jika menemukan kesalahan itu, katanya.


Mereka menghadiahi pengiklan dengan penawaran harga yang lebih murah jika pengguna tertarik dengan iklan itu, dan memberi harga yang lebih mahal pada pengiklan yang iklannya tidak laku.

Hemat

Pendiri Human Connections Group dan perekrut Emily Richards kini menggunakan Facebook untuk mengisi satu dari tiga lowongan.

Lembaga perekrut kerja yang berbasis di Selandia Baru ini mengatakan dia menghabiskan US$14 atau sekitar Rp140.000 untuk menjangkau 10.000 orang, tergantung pada demografi - yang dia klaim sebagai jalan yang murah.
Tetapi para perekrut juga "sangat menyadari" bahwa kemampuan untuk menarget iklan mereka pada orang tertentu bisa menjadi sebuah bentuk diskriminasi.

"Saya pikir jika itu berada di tangan yang salah, ini bisa sangat merugikan untuk kesetaraan gender, kesetaraan ras, dan banyak hal yang kita upayakan dengan sangat keras supaya membuat itu tak terjadi," kata Richards.

'Dicari: Pria lajang. Vegetarian tidak usah melamar'

Untuk tujuan percobaan, sebagai gambaran bagaimana proses menyeleksi penerima iklan kerja terjadi, BBC Capital menguji layanan iklan kerja di Facebook.
Pertama, kita menargetkan hanya pria antara 18 hingga 25 tahun yang tinggal di New York.

Kami kemudian meniadakan (mengeluarkan) semua pria yang sudah menjadi orang tua atau memiliki pasangan. Seseorang bahkan bisa dikeluarkan hanya karena rasnya.
Kami lalu membuang kumpulan vegan, vegetarian, dan pria yang suka cokelat.

Audiens yang kami saring dengan super ketat itu akan diberikan iklan lowongan 'Bintang Media Sosial' dan segera akan disetujui oleh Facebook dan siap diluncurkan - kepada 430.000 pria muda, lajang, tanpa anak, dan pemakan daging.
Davida Perry, dari firma hukum di New York, Schwartz & Perry, mengatakan menarget kandidat untuk lowongan kerja menggunakan iklan Facebook bisa melanggar sejumlah aturan hukum.


Iklan yang sengaja ditargetkan pada audiens tertentu punya sisi gelap, tapi juga punya kelebihan.


Di Amerika, hukum federal terkait hak asasi manusia melarang proses perekrutan yang menndiskriminasi usia, ras, agama, gender, kehamilan, kebutuhan khusus, dan orientasi seksual.

Di Inggris, ilegal untuk mendiskriminasi ketika proses perekrutan dilakukan berdasarkan usia, gender, kehamilan, seksualitas, agama, atau status perkawinan.

Iklan Anda bisa menjadi bentuk diskriminasi bahkan jika Anda mengiklankan sebuah pekerjaan di majalah khusus pria.

Jadi meskipun iklan bertarget itu mungkin tidak terasa diskriminatif, proses menargetkan iklan itu untuk beberapa orang saja dan tidak untuk orang lain tetap bisa dikategorikan sebagai diskriminasi.

Tapi, meski proses yang digunakan untuk memasang iklan bisa jadi ilegal, berbagai kasus "kegagalan dalam proses perekrutan" ini "sangat, sangat sulit untuk dibuktikan", kata Perry.

"Membuktikan diskriminasi terhadap seseorang dalam lingkungan kerja saja sudah terasa cukup sulit."

Tapi, kata dia, jika perekrut mempublikasikan penargetan yang mereka lakukan, itu bisa membuka peluang bagi mereka diberikan sanksi sesuai hukum, entah dalam bentuk denda atau perintah pengadilan.

 

Kebijakan iklan Facebook menyatakan iklan "tidak harus menggunakan opsi penargetan untuk mendiskriminasikan, melecehkan, memprovokasi, atau meremehkan pengguna", dan pengiklan di Facebook wajib memastikan iklan mereka mematuhi hukum.

Facebook menolak berkomentar tentang praktik perekrutan yang ditargetkan pada platform mereka.

 

Upaya untuk kebaikan

 

Meskipun ada risiko, spesialis rekrutmen online mengajak masyarakat untuk tidak berpikir yang terburuk.

Sundberg dari Link Humans menggunakan analogi 'the force (kekuatan)' dalam film Star Wars: iklan yang ditargetkan dapat digunakan oleh sisi gelap, tetapi mereka juga dapat digunakan untuk kebaikan.

"Selalu ada pemain nakal di luar sana, tapi secara keseluruhan itu semua legit. Jika Anda seorang perekrut atau agen perekrut semua orang berteriak untuk keragaman, jadi saya tidak melihat alasan valid mengapa Anda harus menggunakannya untuk melakukan diskriminasi."

Anda juga bisa membaca artikel ini dalam bahasa Inggris berjudul How recruiters are stalking you on Facebook. 

Friday, 28 October 2016 11:10

Penulis : Nurjannah

Makassar - Phinisinews, Aksi damai pemuda Ikatan Mahasiswa Muhammadiah (IMM) turun ke jalan untuk memperingati hari sumpah pemuda dalam aksi "pemuda sehat pemuda berdaulat", pada 28/10/2016 di depan kampus Universitas Muhammadiah Makassar.


Dalam permasalahan penyalahgunaan narkoba di kalangan anak muda, IMM menyampaikan aspirasinya kepada masyarakat tentang pentingnya bahaya narkoba. Jendral lapangan (Jerlap) IMM Nursalim mengatakan bahwa "narkoba mengincar pemuda bangsa dan kita ketahui bahwa pemuda adalah masa depan bangsa, kapan pemudanya bobrok, bangsa juga akan ikut bobrok," ungkapnya.

Kita perlu mengingatkan kepada pemuda-pemudi dengan memperingati hari sumpah pemuda, terkait dengan bahagaimana pentingnya untuk mengawal persoalan kebangsaan, karna para aktor-aktor sejarah mencatat peran dalam memerdekakan Indonesia, lanjut Jerlap.

Dengan adanya aksi ini, pengguna jalan dan mahasiswa UNISMUH menyita perhatiaannya yang mengakibatkan kemacetan di sepanjang jalan Alauddin.*** Mitha K.
Friday, 28 October 2016 09:41

Penulis : M.Arifandy 

Makassar - Phinisinews, UKM Seni dan Budaya Talas Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar melakukan aksi teaterikal dalam menyambut hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada Jum'at. 28/10/16.

Aksi teaterikal yang berlansung damai itu, mengundang para mahasiswa lain untuk menyaksikannya.

Menurut Fitri sebagai kordinator lapangan mengantakan, aksi ini dalam rangka damai, kita ingin memperlihat para pemuda dalam memperingati  Hari Sumpah Pemuda dengan cara kreatif.

" kita lihat dulu pemuda yang melakukan aksi tersebut dengan damai, namun realitanya pemuda sekarang melakukan dengan aksi menutup jalan dan menggangu aktivitas masyarakat.

Ia menambahkan, pemuda sekarang lebih mementingkan gadget dan dunia maya, ketimbang  untuk antusias belajar untuk Indonesia, tegasnya.

Dalam kegiatan terserbut menyajikan teater, puisi serta menyanyikan lagu Indonesia Raya.***Mitha K. 

 

Thursday, 27 October 2016 18:55

 Penulis : M. Arifandy

Foto : Thamrin

Makassar - Phinisinews, Banyak orang mau datang di Pekan Raya Pemuda, Tapi tidak banyak pungut sampah. Banyak yang mengaku jadi Pemuda, tetapi tidak komitmen mengankat sumpah. Hal itu di ungkapkan Wakil walikota Makassar Syamsu Risal yang biasa disapa Dg. Ical saat berorasi di Forum Kreativitas Pemuda di Anjungan Toraja - Mandar Makassar, Kamis, 27/10/16.

Dg. ical mengaku masih banyak pemuda yang belum muda, tetapi tidak banyak meluangkan waktunya, meninggalkan pekerjaannya untuk memperbaru semangat jiwa mudanya. "Banyak pemuda di Makassar tapi belum muda, untuk meluangkan waktunya, meninggalkan tugansya hingga pekerjaanya untuk memperbarui semangat jiwa mudanya".

Ia menceritakan, 88 tahun lalu telah membuat embrio untuk merdeka, hari ini juga walau sedikit, tetapi Presiden Soekarno cuma minta 10 pemuda untuk menguncang dunia, apa lagi 200 hingga 2000. " walau sedikit, 200 ji atau 2000 ji bisa ta' bale bale dunia ini kalo mau,"ucapnya.

Ia menjelaskan, banyak orang tidak mempunyai kesadaran, tapi tidak boleh juga kalau kita merasa sedikt teman tidak bisa melakukan apa apa. Walau kita sendiri apa lagi 200 , saya yakin pemuda Makassar Sulawesi Selatan menjadikan hari ini bagian penting dari moment kebangkitan pemuda buat bangsa Indonesia maju dari Sulsel Makassar ini.*** MK.

Thursday, 27 October 2016 13:42

Penulis: Jusran Dg. Mangitung

Makassar,- Phinisinews, Dalam rangka memenuhi aspek praktikum, Mahasiswa Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) mengadakan kunjungan media ke Studio Delta FM jln. Boulevard pada 27 Oktober 2016.

Kunjungan media yang di ikuti oleh sedikitnya 14 mahasiswa dari semester tiga, lima dan tujuh. Menurut Mitha M. Kuen, S.I.P. M.I.Kom, “Tujuan dari kunjungan media ini sebenarnya untuk melengkapi mahasiswa agar yang diketahui bukan hanya teori, tapi prakteknya itu seperti apa” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai alasan memilih Delta sebagai sebagai rujukan kunjungan, Mitha menuturkan, “kami memilih di sini karena ia sudah berskala Nasional, selain itu, penulisan beritanya juga ada, karena yang terpenting juga adalah bagaimana memproduksi berita dan secara siarannya seperti apa”, tuturnya.

Para mahasiswa juga dituntut untuk mengerjakan laporan sebagai bahan acuan sekaligus melatih mahasiswa untuk memahami poin-poin penting yang perlu dilakukan sebagai seorang penyiar. ***MK.

 

Thursday, 27 October 2016 17:34

Penulis : M. Arifndy, Foto : Thamrin.

Makassar - Phinisinews, Dua wakil yaitu Wakil Gubernur Sulawesi Selatan dan Wakil Wali Kota Makassar Menyatakan Deklarasi Anti Narkoba pada Kamis, 27/10/16 di Anjungan Mandar Toraja Pantai Loasari Makassar.

Kegiatan yang di lakukan Forum Kreativitas Pemuda mengundang Dua Wakil tersebut ialah, Agus Arifin Nu'mang dan Syamsu Risal (Dg. Ical) serta SKPD Sulsel yang turut hadir.

Deklarasi tersebut dibacakan oleh Ketua Forum Kreativitas Pemuda Sulsel, Risal Jamal dan di ikuti perwakilan seribu pemuda. Dalam Deklarasinya, mereka menyatakan:
1. Siap peran melawan narkoba, Membenci Narkoba dan Memberantas Narkoba.
2. Mendukung Agus Arifin Nu' memimpin Gerakan Anti Narkoba Pemuda Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari yaitu 27 hingga 28 Oktober, dimana akan ada kompetisi Karya, Diskusi, Pameran, Pentas juga simulasi dari komunitas. *** MK

Wednesday, 26 October 2016 17:20

Penulis : M. Arifandy.


Makassar - Phinisinews, Dalam konser "SIDES" Indonesia Tour 2016" di Makassar, Afgan akan mengandeng Gita Gutawa sebagai teman duetnya. Hal ini di ungkap pada awak media di Hotel Melia Jl, Mappanyukki Rabu, 26/10/16.

Ia menjelaskan, Seharusnya saya membawa Raisa. Namun, ia juga bertabrakan waktunya, sebagai gantinya saya membawa Gita Gutawa yang telah tampil juga di Balikpapan minggu lalu. " alhamdulillah dapat respon yang bagus, semoga kita juga bisa mempersembahkan yang terbaik", ucapnya.

Dalam penampilannya nanti bersama Gita gutawa ia akan membawakan lagu Kamu Yang Ku Tunggu. "Nanti saya, akan bawakan lagu duet bersama Gita Gutawa yang judulnya Kamu yang ku tunggu",ungkapnya.

Ia menambahkan, ia akan menyanyikan 20 lagu selama dua jam nantinya.

Sebelumnya ia telah tampil di Kota Medan, Bandung , Balikpapan dan sekarang konser ke empatnya di Makassar pada hari Sabtu 29 Oktober 2016 di Trans Studio Theme Park, pada pakul 20.00 Wita.***Mitha K.

Galleries

 
  Penulis : Mitha MK / Editor : Fyan AK     Pulau Kodingareng, Makassar (Phinisinews.com) - Rektor Universitas...
  Penulis : Fred Daeng Narang  /  Editor : Mitha K Makassar (Phinisinews.com) – Sebanyak 120 kantong darah...
  Penulis : Redaksi  /  Editor : Fred Daeng Narang Bulukumba, Sulsel (Phinisinews.com) – Masyarakat adat...
  Penulis : Fred Daeng Narang  /  Editor : Mitha K Makassar (Phinisinews.com) – Kawasan Wisata Terpadu Gowa...

Get connected with Us